Manny Pacquiao, petinju legendaris asal Filipina ini masih mengurungkan niatnya untuk pensiun dengan usia yang mencapai 40 tahun dan berencana untuk melakukan pertandingan yang layaknya hanya untuk menambah pundi uang dari Manny Pacquiao. Bob Arum, mantan promotor tinju veteran ini pun langsung berkomentar cukup menohok untuk Manny Pacquiao yang pernah dia promosikan disaat masa keemasannya. Menurut Bob Arum, Manny sebaiknya pensiun kalau dia tidak bisa melakukan rematch dengan Floyd Mayweather. Manny yang akan berusia 41 tahun pada desember tahun ini akan beresiko terhadap kesehatannya yang mungkin akan dia sesali nanti apabila dia tetap menerima pukulan dalam setiap pertandingannya. 

Pacquiao yang terakhir kali bertanding pada juli melawan Keith Thurman yang berlangsung selama 12 ronde ini memperebutkan sabuk juara kelas WBA Welterweight, sebelum pertandingan berlangsung, Bob Arum sudah memperingatkan akan bahaya geger otak untuk Manny yang sudah dianggap uzur.  “Memang dia memenangkan pertandingan, tapi dia akan menanggung resikonya. Resiko yang akan terus ditanggung seumur hidupnya,” ujar Bob Arum. Menurutnya lagi, sebaiknya dia hanya melakukan rematch dengan Floyd Mayweather dan pensiun karena apabila menjalani pertarungan sepele hanya akan merugikan kondisi Manny yang sudah menua.

Pertarungan Remeh Manny Pacquiao

Pernyataan Bob Arum pun sebenarnya ditujukan untuk pertandingan remeh Manny melawan petinju yang ingin memanfaatkan nama besarnya. Walaupun di usia 40 tahun, peminat untuk bertarung melawan Manny Pacquiao masih sangat besar, para petinju yang ingin merasakan kehebatan, popularitas dan pemasukan yang di dapat dari pertarungan melawan dirinya begitu besar. Namun Manajemen Manny Pacquiao sudah berkata bahwa mereka tidak akan terburu-buru menentukan pertandingan yang akan dijalani oleh Pacquiao. 

Melalui perwakilan Manny, Sean Gibson yang merupakan konsultan kepercayaan berkata bahwa mereka akan berhati-hati memilih lawan tanding dari Manny Pacquiao dan hingga saat ini mereka memiliki dua kandidat kuat untuk melawan sang petinju asal Filipina ini. Dua calon lawan Manny adalah Mikey dan Danny Garcia, yang walaupun memiliki nama belakang yang sama serta memiliki umur yang sama, 31 tahun, bukan berarti mereka bersaudara.

Alasan untuk pemilihan dua kandidat kuat ini dilakukan melalui berbagai pertimbangan penting serta juga untuk kepentingan karir Manny Pacquiao yang sudah akan berakhir. Mikey Garcia yang baru saja kehilangan gelar juara kelas IBF Welter setelah kalah melawan Errol Spence. Jr setelah pertarungan yang cukup panjang dengan menghabiskan 10 ronde. Dalam pertarungan itu sendiri Mikey kalah mutlak setelah ketiga hakim memutuskan kemenangan untuk Spence 122-107, 122-108 dan 108. Perbandingan pukulan yang masuk pun berbeda jauh dimana Mikey menerima 282 pukulan berbanding 63 pukulan. Melalui kekalahan ini, rekor Mikey pun menjadi 39-1 yang berarti menjadi kekalahan pertamanya. 

Calon kandidat lainnya untuk melawan Pacquiao adalah Danny Garcia yang baru saja memenangkan pertandingan melawan Adrian Granados yang berakhir dalam 7 ronde. Granados yang dikanvaskan oleh Danny ini kesulitan menghadapi strategi Adrian yang bermain aman sembari terus mempelajari semua gerakan tinju dari Adrian Granados.

Setelah mengumumkan dua kandidat tersebut, Bob Arum kembali muncul dengan komentar pedasnya ke media mengomentari siapa calon lawan Manny Pacquiao. “Kedua petinju tidak akan tersakiti dan akan tertawa bersama setelah melihat uang mengalir ke rekening bank masing-masing.” Ujar Bob Arum. “Syarat sebagai pertarungan juara dunia bagi Pacquiao pun sudah terpenuhi dan pastinya uang yang banyak akan di dapatkan oleh Manny Pacquiao.”